01
Spiritual NLP : Sebuah Awal Diskusi
Posted under Dasar SpiritualNLP by ronnyfrBeberapa pemikiran di bawah ini adalah akan menjadi dasar pengembangan blog ini di masa depan.
NEUROLOGICAL LEVEL
Secara sederhana perspektif Spiritual NLP bisa dibahas dengan menggunakan Neurological Level (atau logical level), dimana level paling core (jika kita lihat sebagai lingkaran konsentris), atau paling paling atas (jika kita lihat secara piramidal) adalah level Spiritual (YME).
- SPIRITUAL
- IDENTITY
- VALUE/BELIEF
- COMPETENCE/CAPABILI TY/SKILL
- BEHAVIOR
- ENVIRONMENT
Dalam konteks menggunakan NLP sebagai tools untuk perubahan (ataupun therapy), maka neurological level bisa dimaknakan bahwa perubahan akan lebih mudah, mengena sasaran dan berhasil jika dilakukan minimal di satu level yang lebih tinggi dari posisi problem atau yang hendak di lakukakn perubahan itu.
Misal, jika problem terletak di level behavior, maka akan mudah diselesaikan dilevel minimal adalah Capabiity, demikian seterusnta .
Jadi jika domain spiritual yang disentuh, maka perubahan akan mempengaruhi seluruh level di bawahnya.
Sangat dramatis tentunya…
Jadi yang kemudian kami lakukan adalah, seacara sederhana kami selalu memulai terapi dengan berdoa
dulu mohon pertolongan Beliau Yang Maha Kuasa.



Wah…, ini yang lama saya cari. Blog tentang spiritual NLP. Ini blog dipandu oleh siapa ya? Apa Mas Ronny juga? Saya dapat alamat dari ronnyfr.com
Blognya baru ya….
Semoga berkembang terus
Its GREAT Mas Ronny !
Spiritual adalah hal yang sangat sensitif.
Berbicara soal “Spiritual” kita harus melepaskan teknik2 ataupun metode2.
Menurut saya,
Berbicara soal “Spiritual” adalah berbicara tentang tingkat kesadaran.
Anda menggunakan topeng pikiran (personality) atau
Anda menjadi diri sendiri.(…………..)
Jujur saja jika masih menggunakan teknik atau metode, itu adalah suatu Pembodohan yang tidak di sadari.
NLP itu baik dan bagus untuk menyembuhkan pikiran.
Atau dengan kata lain sebagai alat untuk “belajar berjalan”.
Namun tidak bisa digunakan untuk “terbang ke langit ketujuh”.
Terimakasih
God in Us and Bless Us…..
Terima kasih Mas Wira atas tanggapannya.
Benar sekali, memang spiritual berhubungan erat dengan tingkat kesadaran.
Terima kasih juga atas kejujuran penilaian Anda.
It’s fine.
Bagi beberapa orang, yang namanya teknik tetap akan membantu kita melakukan sesuatu dengan lebih mudah. Misal, kita yang menguasai “teknik” memfokuskan pikiran, maka akan lebih mudah untuk masuk ke situasi khusyuk, namun yang tidak tahu tekniknya, maka akan lebih sulit.
Sebagaimana berdoa, beribadah, semuanya memerlukan tatacara (teknik), tidak demikian mudah orang serta merta masuk ke level kesadaran tinggi. Kesadaran memiliki level yang amat tinggi dan sangat penting dalam spiritual, namun teknik membantu kita meraih level yang lebih tinggi itu…
Jika ‘teknik’ tidak perlu dan tidak berguna, maka untuk apa apa ada tuntunan dalam beribadah? Dan alangkah kasihan sekali orang-orang yang masih di level rendah kesadarannya. Jelas ‘teknik’ akan sangat berguna dalam membantu mereka mencapai level kesadaran yang lebih tinggi.
Saya berpendapat bahwa Anda sungguh luar biasa dan penuh rahmat, dari tulisan Anda saya menilai Anda sudah memiliki level kesadaran yang sangat tinggi (level hakekat / makrifat). Nah, mungkin Anda boleh membantu teman-teman di sini agar dapat meraih level kesadaran yang sama tingginya dengan Anda..
Salam penuh kedamaian.
RFR
saya kira ini menarik untuk didiskusikan – saya pernah berpikir bahwa mungkin ada suatu metode tertentu untuk “mengopi keimanan orag-orang terdahulu” … dalam prespektif agama islam… orang-orang yang layak dikopi keimanannya adalah para salafus shalih (generasi awal yang shalih) yaitu generasi shahabat Rasululla s.a.w dan tiga generasi sesudahnya.
nah… yang agak menggelitik bagi saya adalah, bagaimana mengkopinya, padahal khan master (bahan yang untuk dicopy ) sudah tidak ada lagi,,,, pertanyaannya dengan cara apa? Mempelajari sirah (perjalanan hidup ) mereka?
kemudian yang jadi pertanyaan berikutnya.. bukankah tingkat keimanan itu bergantung dari pemahaman terhadap firman-Nya dan Sabda Nabi-Nya, adakah tool untuk mengakselerasi hal itu?
sementara itu dulu
cuman saya agak kurang sreg kalo dikatakan agama itu magis (seperti di header blog ini) karena persepsi saya magis lebih mengarah ke tahayul yang bertentangan dengan agama, saya kok lebih suka sacred ya… apa begitu mas rony?
makasih tanggapannya
Ho’ Oponopono
“Aku Mengasihi Mu ….”
http://www.zerolimits.info
Metode Hawaii yang menyembuhkan pasien rumah sakit gila tanpa bertemu pasiennya.
hingga rumah sakit tersebut tutup karena tidak ada lagi pasiennya.
apakah ini termasuk spiritual NLP?
Untuk mencapai level kesadaran yang lebih tinggi, bukan hanya teknik yang diperlukan tetapi juga instrumen/sarana/alat. Teknik dan instrumen itu sangat beragam adanya seiring dengan beragamnya karakter manusia.
Add A Comment