<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>S P I R I T U A L      N L P</title>
	<atom:link href="http://spiritualnlp.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://spiritualnlp.com</link>
	<description>The highest level of Neuro Linguistic Programming</description>
	<lastBuildDate>Fri, 21 Nov 2008 01:07:21 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.8</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Anchor untuk khusyuk</title>
		<link>http://spiritualnlp.com/2008/11/21/anchor-untuk-khusyuk/</link>
		<comments>http://spiritualnlp.com/2008/11/21/anchor-untuk-khusyuk/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 21 Nov 2008 01:06:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ronnyfr</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://spiritualnlp.com/?p=7</guid>
		<description><![CDATA[Beberapa orang pernah mengeluhkan kepada saya mengenai bagaimana supaya lebih mudah mencapai kondisi khusuk dalam beribadah, misalkan dalam melakukan sholat.
Salah satu tools NLP dapat dipergunakan untuk mereproduksi kondisi khusyuk kapanpun diinginkan, yakni tools anchor. Menggunakan anchor akan mempermudah kita sewaktu-waktu menginginkan masuk ke dalam state of mind khusyuk itu.

Menggunakan Sarana Yang Alami
Jenis-jenis anchor yang dapat [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Beberapa orang pernah mengeluhkan kepada saya mengenai bagaimana supaya lebih mudah mencapai kondisi khusuk dalam beribadah, misalkan dalam melakukan sholat.</p>
<p>Salah satu tools NLP dapat dipergunakan untuk mereproduksi kondisi khusyuk kapanpun diinginkan, yakni tools anchor. Menggunakan anchor akan mempermudah kita sewaktu-waktu menginginkan masuk ke dalam <em>state of mind</em> khusyuk itu.</p>
<p><span id="more-7"></span></p>
<p>Menggunakan Sarana Yang Alami</p>
<p>Jenis-jenis anchor yang dapat dipergunakan adalah berbagai macam, selain anchor kinestetik, maka alat-alat yang memang sudah berhubungan dengan situasi beribadah, misalkan sajadah ataupun tasbih juga dapat dipergunakan.</p>
<p>Caranya sederhana sekali,misalkan kita akan menciptakan anchor untuk kekhusyukan sholat kita. Mulailah berdiri di sebelah bawah sajadah. Kemudian akses kondisi khusyuk yang pernah Anda alami sebelumnya, akses adalah dengan cara mengingat peristiwa lalu, namun lakukan secara fully associated (seolah sedang mengalaminya lagi).</p>
<p>Setalah masuk ke kondisi khusyuk, kemudian tingkatkan level khusyuknya (<em>amplify</em>) dengan cara mengubah <em>submodality</em>-nya sehingga menjadi lebih riil. Jika pada saat khusyuk Anda mengalami getaran tertentu, maka getaran itu dapat diperkuat.</p>
<p>Tepat menjelang rasa puncak dari sensasi khusyuk itu, melangkahlah ke atas sajadah, dan katakan (niatkan) semacam ini &#8220;<em>Setiap kali ssaya melangkah berdidri di atas sajadah, maka saya akan masuk dalam kondisi khusyuk seperti ini</em>&#8220;. Lakukan hal ini dengan menatap sajadah secara fokus, agar tercipta asosiasi antara sajadah dan khusyuk.</p>
<p>Nah, jika Anda melakukan dengan benar, maka sejak saat ittu, jika Anda melangkah berdiri di atas sejadah, maka secara otomatis Anda akan masuk ke kondisi khusyuk dengan mudah dan cepat.</p>
<p><strong>Catatan Penting</strong></p>
<p>Hindari duduk-duduk, tiduran di atas sajadah, karena akan merusak efek asosiasi anchor ini. Hindari pula di atas sajadah sambil melakukan aktivitas yang tidak berhubungan dengan ibadah.</p>
<p>Anda bisa mengganti sajadah dengan hal lain, seperti tasbih untuk akses kekhusyukan berdoa, dll.</p>
<p>Semoga bermanfaat.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://spiritualnlp.com/2008/11/21/anchor-untuk-khusyuk/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>10</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Spiritual Modeling</title>
		<link>http://spiritualnlp.com/2008/09/16/spiritual-modeling/</link>
		<comments>http://spiritualnlp.com/2008/09/16/spiritual-modeling/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 16 Sep 2008 09:01:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ronnyfr</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://spiritualnlp.com/?p=6</guid>
		<description><![CDATA[Sudah diketahui bahwa &#8216;modeling&#8217; merupakan jantung dari NLP, merupakan sebab awal terciptanya NLP. Para co-founder di awal berdirinya NLP ingin tahu sekali bagaimana cara menduplikasi keunggulan yang dimiliki oleh seseorang, sehingga setiap orang dapat memiliki keunggulan yang sama. Bukankah kita memiliki organ tubuh yang relatif sama, demikian juga sistem syaraf yang relatif sama&#8230;?
Di masa awal [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sudah diketahui bahwa &#8216;modeling&#8217; merupakan jantung dari NLP, merupakan sebab awal terciptanya NLP. Para co-founder di awal berdirinya NLP ingin tahu sekali bagaimana cara menduplikasi keunggulan yang dimiliki oleh seseorang, sehingga setiap orang dapat memiliki keunggulan yang sama. Bukankah kita memiliki organ tubuh yang relatif sama, demikian juga sistem syaraf yang relatif sama&#8230;?</p>
<p>Di masa awal tersebut, pendiri NLP sudah memodel banyak orang, di antaranya yang terkenal adalah Fritz Perls,  Virginia Satir, Gregory bateson, Milton H, Erickson, dll. Di salah satu CD-nya yang berjudul DHE (Design Human Engineering), Dr. Richard Bandler belakangan juga memodel seorang dari Subud (Susila Budi Dharma), suatu organisasi spiritual yang berpusat di Indonesia, dan sudah tersebar di seluruh dunia. Yang di model adalah proses &#8220;eye closing&#8221; atau boleh disebut dengan meditasi, atau self hypnosis, tergantung perspektif dan tujuannya.</p>
<p><span id="more-6"></span>Bagi teman-teman Nasrani, ada suatu artikel menarik dari Robert Dilts (NLP University), mengenai Modelling The Wisdom of Jesus. Silahkan Anda unduh sendiri artikelnya di  : http://www.nlpu.com/Articles/article5.htm</p>
<p>Jika Anda sudah membacanya silahkan tuliskan pendapat Anda di bawah ini&#8230;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://spiritualnlp.com/2008/09/16/spiritual-modeling/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Energy</title>
		<link>http://spiritualnlp.com/2008/08/11/energy/</link>
		<comments>http://spiritualnlp.com/2008/08/11/energy/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 11 Aug 2008 04:11:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ronnyfr</dc:creator>
				<category><![CDATA[Dasar SpiritualNLP]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://spiritualnlp.com/?p=4</guid>
		<description><![CDATA[Energi  merupakan suatu wilayah/domain yang saya kaitkan dengan Spiritualitas, khususnya saat melakukan perubahan dengan berbagai tools NLP.
Bagi yang pernah ikut NLP for trainer (yg kita adakan bersama TCI), tentunya pernah merasakan bagaimana kita melakukan &#8220;Neurological Level Alignment&#8221; yang dikombinasikan dengan mengakses &#8220;energi dari langit&#8221; (wah istilah ini sangat bombastis ya&#8230;.?).

Hampir semua peserta training yang pernah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: left;">Energi  merupakan suatu wilayah/domain yang saya kaitkan dengan Spiritualitas, khususnya saat melakukan perubahan dengan berbagai tools NLP.</p>
<p>Bagi yang pernah ikut <em>NLP for trainer</em> (yg kita adakan bersama TCI), tentunya pernah merasakan bagaimana kita melakukan &#8220;Neurological Level Alignment&#8221; yang dikombinasikan dengan mengakses &#8220;energi dari langit&#8221; (wah istilah ini sangat bombastis ya&#8230;.?).<br />
<span id="more-4"></span><br />
Hampir semua peserta training yang pernah mengalami hal ini akan merasakan perubahan dan perasaan yang &#8220;Luar biasa&#8221;. Bahkan yang paling menarik adalah, bulan lalu ada praktisi energi yang ahli aura mampir ke kantor saya. Kemudian secara tidak sengaja saya menunjukkan testimoni para peserta pelatihan NLP for Trainer di laptop saya, maksudnya untuk promo NLP padanya. Namun yang justru mengejutkan adalah ia mengatakan &#8220;Mas, semua peserta training itu kok auranya luar biasa kuat dan berbentuk telor raksasa yang terang benderang!&#8221;</p>
<p>Wuih, Alhamdulillah rupanya berhasil yang kami lakukan. Tidak saja terasa oleh peserta, namun terlihat oleh orang lain melalui laptop lho!</p>
<p>Saya rasa ceritanya STOP sekian dulu, dan mari kita MULAI PIKIRKAN : Apa yang kita inginkan dengan mempelajar Spiritual NLP ini?</p>
<p>Kami tunggu kontribusinya<br />
Salam penuh kasih!</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://spiritualnlp.com/2008/08/11/energy/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tiga Presuposisi Utama Spiritual NLP</title>
		<link>http://spiritualnlp.com/2008/04/25/tiga-presuposisi-utama-spiritual-nlp/</link>
		<comments>http://spiritualnlp.com/2008/04/25/tiga-presuposisi-utama-spiritual-nlp/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 25 Apr 2008 06:12:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ronnyfr</dc:creator>
				<category><![CDATA[Dasar SpiritualNLP]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://spiritualnlp.com/?p=3</guid>
		<description><![CDATA[Tentunya Anda sudah mengenal Presuposisi dalam NLP, yaitu suatu set belief system yang perlu diyakini dan akan menjadi dasar attitude bagi para pembelajar NLP.
Nah, berdasarkan kajian awal Spiritual NLP, kami memilih 3 presuposisi ini sebagai dasar pengembangan Spiritual NLP, tentunya ini masih terus memerlukan penyempurnaan agar semakin memperkuat belief system dan menjadi dasar attitude bagi [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Tentunya Anda sudah mengenal Presuposisi dalam NLP, yaitu suatu set <em>belief system</em> yang perlu diyakini dan akan menjadi dasar <em>attitude</em> bagi para pembelajar NLP.</p>
<p>Nah, berdasarkan kajian awal Spiritual NLP, kami memilih 3 presuposisi ini sebagai dasar pengembangan Spiritual NLP, tentunya ini masih terus memerlukan penyempurnaan agar semakin memperkuat belief system dan menjadi dasar attitude bagi pra SpiritualNLP-er.<br />
<span id="more-3"></span></p>
<blockquote><p>1. Tiada Tuhan selain Allah SWT.</p>
<ul>
<li>Pengakuan bahwa hanya kepada NYA lah tempat bersandar / tempat bergantung (kita bukan bersandar pada metode NLP, bukan pada diri, bukan pada alam bawah sadar, tapi bersandar semata-mata kepada NYA).</li>
</ul>
<p>2. Segala Sesuatu Milik Tuhan, dan Akan Kembali Pada NYA.</p>
<ul>
<li>Pengakuan atas kepemilikan, dan pengembalian pada Nya (penyakit, problem, harta, dll)</li>
</ul>
</blockquote>
<blockquote><p>3. Segala Kekuatan Adalah Milik NYA</p></blockquote>
<blockquote>
<ul>
<li>Pengakuan kuasa mutlak Nya, dan kita bisa &#8220;meminjam&#8221; kuasa Nya untuk melakukan intervensi (Art Of Allowing), Let it Go Let it God!</li>
</ul>
</blockquote>
<p>Rasanya cukup jelas bahwa ini bisa diterapkan untuk semua agama apapun. Dan secara sangat mudah dan alami kita langsung bisa mengerti jika suatu terapi atau intervensi perubahan menggunakan 3 dasar di atas maka akan menjadi sangat powerful.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://spiritualnlp.com/2008/04/25/tiga-presuposisi-utama-spiritual-nlp/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Spiritual NLP : Sebuah Awal Diskusi</title>
		<link>http://spiritualnlp.com/2008/02/01/spiritual-nlp-sebuah-awal-diskusi/</link>
		<comments>http://spiritualnlp.com/2008/02/01/spiritual-nlp-sebuah-awal-diskusi/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 01 Feb 2008 00:04:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ronnyfr</dc:creator>
				<category><![CDATA[Dasar SpiritualNLP]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://spiritualnlp.com/?p=5</guid>
		<description><![CDATA[Beberapa pemikiran di bawah ini adalah akan menjadi dasar pengembangan blog ini di masa depan.
NEUROLOGICAL LEVEL
Secara sederhana perspektif Spiritual NLP bisa dibahas dengan menggunakan Neurological Level (atau logical level), dimana level paling core (jika kita lihat sebagai lingkaran konsentris), atau paling paling atas (jika kita lihat secara piramidal) adalah level Spiritual (YME).

 SPIRITUAL
 IDENTITY
 VALUE/BELIEF
 [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Beberapa pemikiran di bawah ini adalah akan menjadi dasar pengembangan blog ini di masa depan.</p>
<p><strong>NEUROLOGICAL LEVEL</strong></p>
<p>Secara sederhana perspektif Spiritual NLP bisa dibahas dengan menggunakan <em>Neurological Level</em> (atau logical level), dimana level paling core (jika kita lihat sebagai lingkaran konsentris), atau paling paling atas (jika kita lihat secara piramidal) adalah level Spiritual (YME).</p>
<ol>
<li> SPIRITUAL</li>
<li> IDENTITY</li>
<li> VALUE/BELIEF</li>
<li> COMPETENCE/CAPABILI TY/SKILL</li>
<li> BEHAVIOR</li>
<li> ENVIRONMENT</li>
</ol>
<p><span id="more-5"></span><br />
Dalam konteks menggunakan NLP sebagai tools untuk perubahan (ataupun therapy), maka neurological level bisa dimaknakan bahwa perubahan akan lebih mudah, mengena sasaran dan berhasil jika dilakukan minimal di satu level yang lebih tinggi dari posisi problem atau yang hendak di lakukakn perubahan itu.</p>
<p>Misal, jika problem terletak di level behavior, maka akan mudah diselesaikan dilevel minimal adalah Capabiity, demikian seterusnta .</p>
<p>Jadi jika domain spiritual yang disentuh, maka perubahan akan mempengaruhi seluruh level di bawahnya.<br />
Sangat dramatis tentunya&#8230;</p>
<p>Jadi yang kemudian kami lakukan adalah, seacara sederhana kami selalu memulai terapi dengan berdoa<br />
dulu mohon pertolongan Beliau Yang Maha Kuasa.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://spiritualnlp.com/2008/02/01/spiritual-nlp-sebuah-awal-diskusi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>8</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
